Ngono Yo Ngono, Ning Mbok Ojo Ngono

by Pak Anggur

Beberapa saat yang lalu, sebuah email masuk. Terusan dari teman kerja. Isinya adalah penawaran kerjasama sebuah perusahaan, kepada kami yang aslinya bukan perusahaan namun pengangguran yang berkumpul agar terlihat sibuk dan membantu pemerintah agar kaum pengangguran tidak berkeliaran di jalan-jalan kota dan meresahkan khalayak.

Email itu kurang lebih isinya adalah: tawaran untuk iklan bersama di sebuah surat kabar harian seharga Rp xxx,- dalam rangka mangayubagyo ulang tahun perusahaan pengirim email itu. Sampai disitu saya maklum, sudah sering kita dengar hal-hal sedemikian. Ketika saya ditanya apakah kami akan berpartisipasi? Saya jawab tidak.

Kenapa? Ini lucu. Detil tawarannya, setiap partisipan dalam harga Rp xxx,- mendapatkan kolom di halaman surat kabar tersebut pada hari ulang tahun, pada halaman yang mentereng pula, namun kok kecil ya? Atau lebih tepatnya, dari harga iklan dua halaman penuh yang anggap saja senilai Rp zzz,- dibagi sebanyak mungkin dengan calon rekanan, tapi untuk yang punya hajat akan paling besar. Sehingga tampak oleh publik bahwa yang ulang tahun punya jaringan yang kuat, disayang perusahaan lain, dan gagah beriklan di media ternama walaupun lokal. Lha wong ucapan selamat kok minta, dan artinya yang memberi juga entah tulus atau tidak. Atau punya tendensi agar ikut tampil ndompleng nama yang agak besar milik yang ulang tahun. Namanya juga pemasaran, mana ada yang tulus. Nanti namanya bukan pemasar tapi pahlawan.

Ada lagi tawaran, bahwa yang ulang tahun akan bikin acara yang gebyar, dan meminta bantuan apapun wujudnya, dengan kontraprestasi yang kurang seimbang saya pikir. Intinya, yang beracara ingin punya program yang wah namun biayanya kalau bisa semurah mungkin, jadi minta sokongan sana-sini, yang menurut saya kenapa tidak pakai biaya yang ada di perusahaan itu saja. Toh  sudah established keuangannya. Atau kalau mau benar-benar ngirit, ya tidak usah ganas-ganas acaranya. Mengundang relasi dalam acara sederhana namun akrab dan nguwongke mungkin akan mendatangkan banyak doa yang melancarkan kran rejeki perusahaan itu. Prinsip pengeluaran sekecilnya untuk dapat hasil luar biasa kian aneh.

Akhirnya, setelah beberapa thread berbalas email, maka saya usulkan jawaban resmi dari kami adalah:

Dear kawan,

Terima kasih atas tawaran kerjasama anda. Saat ini kami belum bisa berpartisipasi dalam program ini.

Selamat ulang tahun untuk perusahaan anda, semoga membawa kebaikan untuk semua, doa tulus ini sungguh yang kami punya.

Ngono yo ngono, ning ojo ngono.

Regards,

Klub Pengangguran Macak Usaha

Tapi saya tidak tahu Bos saya mengirimkan seperti itu atau tidak. Sebaiknya memang tidak untuk kestabilan hubungan antar manusia.